September 13, 2011

Ketiha kita kehilangan


Ketika Kita Kehilangan

Sebuah tamsil kehidupan

Skenario 1

Andaikan kita sedang naik kereta api ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita terpaksa berdiri dalam kereta api yang penuh sesak itu. Di tengah perjalanan, kita dikejutkan oleh seseorang yang menepuk bahu kita. "Mas, handphone mas barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita. Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut? Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

Skenario 2

Andaikan kita tidak sadar handphone kita terjatuh, dan ada orang yang melihatnya lalu memungutnya. Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita. Sesaat menjelang kita turun dari kereta, orang itu menepuk kita dan menyodorkan handphone sambil berkata "Mas, handphone mas jatuh nih".

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Tentu kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut, tetapi rasa terima kasihnya akan lebih besar dibanding kepada orang pada skenario pertama. (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita). Setelah itu, kita akan langsung turun dari kereta begitu saja.

Skenario 3

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone tidak ada di kantong saat turun dari kereta. Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya. Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada Anda) menjawab telepon Anda.

"Oh, ini handphone mas ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar mas ambil di sana nanti ya". Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut. Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang….

Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut? Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan rasa terima kasihnya tentu lebih besar daripada di skenario kedua bukan? Bukan tidak mungkin kali ini kita juga memberikan hadiah kecil kepada orang tersebut.

Skenario 4

Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat. Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kemudian kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphonenya hilang. Kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat. Sampai akhirnya kita tiba di rumah.

Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS: "Bapak/Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak/ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak/ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya".

SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Kita sudah putus asa. Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone itu. Ada begitu banyak nomor telepon relasi yang ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone menjawab SMS, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.

Bagaimana kira-kira perasaan kita? Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diinfokan oleh orang itu. Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita. Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut? Tentu ucapan terima kasih yang tak terhingga, dan kita tentu akan memberikannya hadiah yang lebih berharga dibanding hadiah yang kita berikan di skenario ke-3.

***

Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?

Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya. Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih.

Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum turun dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar. Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah turun dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah. Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar lagi.

Ada sebuah hal yang aneh di sini!

Coba pikir, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik? Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan? Dialah orang pada skenario pertama. Namun ironisnya, dialah yang dapat reward paling kecil. Manakah orang yang paling tidakbaik? Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu. Namun, ternyata dia adalah orang yang kita berikan reward paling besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?

Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.

Kenapa bisa begitu? Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario. Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.

Rekan-rekan sekalian… Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri? Apakah itu berupa orang tua, pasangan hidup, teman-teman, rumah, handphone, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain?

Ada satu cara yang benar-benar ampuh yang bisa dilakukan Tuhan untuk membuat kita mensyukuri sesuatu yang mungkin kita anggap biasa itu.

Bagaimana? Yaitu dengan mengambilnya dari kita, hingga kita merasakan kehilangan. Saat itulah, kita akan mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut. Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur? Tentu saja tidak!

Mari kita sama-sama mendalami makna syukur dan cara merawatnya….



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...